7/07/2016

Pengertian Ejaan dan Pemakaian Bahasa Yang Benar

Pengertian ejaan dalam bahasa indonesia, pengertian ejaan yang disempurnakan.
Pengertian Ejaan ialah keseluruhan system dan peraturan penulisan bunyi bahasa untuk mencapai keseragaman. Ejaan Yang Disempurnakan adalah ejaan yang dihasilkan dari penyempurnaan atas ejaan-ejaan sebelumnya.
Ejaan yang disempurnakan ( EYD ) mengatur :
Pemakaian Huruf :
Huruf Abjad
Huruf abjad yang terdapat di dalam bahasa Indonesia adalah :
A, B, C, D, E, F, G, H, I, J, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T, U, V, W, X, Y dan Z.
Huruf Vokal
Huruf vokal di dalam bahasa Indonesia adalah : a, i, u, e dan o
Huruf Konsonan
Huruf konsonan yang terdapat di dalam bahasa Indonesia adalah :
a, b, c, d, f, g, h, i, j, k, l, m, n, p, q, r, s, t, u, v, w, x, y dan z.
Huruf Diftong
Di dalam bahasa Indonesia terdapat diftong yang dilambangkan dengan ai, au dan oi.
Gabungan Huruf Konsonan
Di dalam bahasa Indonesia terdapat empat gabungan huruf yang melambangkan konsonan, yaitu :
kh, ng, ny, dan sy. Masing-masing melambangkan satu bunyi konsonan.
Pemenggalan Kata
Pemenggalan kata pada kata dasar dilakukan dengan cara :
Jika di tengah kata ada vokal yang berurutan, pemenggalan itu dilakukan diantara kedua huruf vokal itu. Contoh : aula menjadi au-la bukan a-u-l-a

Pengertian Ejaan dan Pemakaian Bahasa Yang Benar

Jika di tengah kata ada konsonan termasuk gabungan huruf konsonan, pemenggalan itu dilakukan sebelum huruf konsonan. Contoh: bapak menjadi ba-pak
Jika di tengah kata ada dua huruf konsonan yang berurutan, pemenggalan itu dilakukan diantara kedua huruf itu. Contoh : mandi menjadi man-diØ
Jika di tengah kata ada tiga buah huruf konsonan, pemenggalan itu dilakukan diantara huruf konsonan yang pertama dan kedua. Contoh : ultra menjadi ul-tra.

Pemakaian Huruf Kapital dan Huruf Miring
Huruf Kapital atau Huruf Besar
Huruf Kapital dipakai sebagai huruf pertama pada awal kalimat, petikan langsung, ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan, nama gelar kehormatan, unsur nama jabatan, nama orang, nama bangsa, suku, tahun, bulan, nama geografi, dll.
Huruf Miring
Huruf Miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah, surat kabar, yang dikutip dalam tulisan, nama ilmiah atau ungkapan asing, dan untuk menegaskan huruf, bagian kata, atau kelompok kata.
Penulisan Kata
  1. Kata Dasar, Kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan
  2. Kata Turunan, Kata turunan (imbuhan)
  3. Bentuk Ulang, Bentuk kata Ulang ditulis hanya dengan tanda hubung (-)
  4. Gabungan Kata, Gabungan kata yang dianggap senyawa ditulis serangkai
  5. Kata Ganti ku, mu, kau dan nya, ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya
  6. Kata Depan di, ke, dan dari, Kata depan di dan ke ditulis terpisah
  7. Kata si dan sang, Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya
  8. Partikel, Partikel per yang berarti tiap-tiap ditulis terpisah
Singkatan dan Akronim 
Singkatan ialah bentuk istilah yang tulisannya diperpendek terdiri dari huruf awalnya saja, menanggalkan sebagian unsurnya atau lengkap menurut lisannya, Contoh : NKRI, cm, lab.
Akronim adalah singkatan yang berupa gabungan huruf awal, suku kata, ataupun gabungan kombinasi huruf dan suku kata. Contoh : rudal ( peluru kendali ), tilang ( bukti pelanggaran )
Angka dan Lambang Bilangan
Penulisan angka dan bilangan terdiri dari beberapa cara yaitu :
  1. berasal dari satuan dasar sistem internasional, Contoh : arus listrik dituliskan A = ampere
  2. menyatakan tanda decimal, Contoh : 3,05 atau 3.05
Penulisan Unsur Serapan
Penulisan unsur serapan pada umumnya mengadaptasi atau mengambil dari istilah bahasa asing yang sudah menjadi istilah dalam bahasa Indonesia. Contoh : president menjadi presiden

Pemakaian Tanda Baca
Pemakaian tanda baca terdiri dari tanda (.) , (,), (-), (;), (:), (”)

Pedoman Umum Pembentukan Istilah
Pembentukan istilah asing yang sudah menjadi perbendaharaan kata dalam bahasa Indonesia mengikuti kaidah yang telah ditentukan, yaitu :
Penyesuaian Ejaan.
Contoh : ae jika tidak bervariasi dengan e, tetap e, aerosol tetap aerosol 
Penyesuaian huruf gugus konsonan.
Contoh : flexible menjadi fleksibel 
Penyesuaian akhiran.
Contoh : etalage menjadi etalase 
Penyesuaian awalan.
Contoh : amputation menjadi amputasi

Gaya Bahasa
Gaya bahasa ialah penggunaan kata kiasan dan perbandingan yang tepat untuk mengungkapkan perasaan atau pikiran dengan maksud tertentu. Gaya bahasa berguna untuk menimbulkan keindahan dalam karya sastra atau dalam berbicara. Gaya bahasa disebut juga majas.
  1. Gaya bahasa simbolik adalah gaya bahasa yang menggunakan perbandingan simbol benda, lambang, binatang atau tumbuhan. Contoh : Lintah darat harus dibasmi ( Lintah darat adalah simbol pemeras, rentenir atau pemakan riba)
  2. Gaya bahasa hiperbola adalah gaya bahasa yang menyatakan sesuatu secara berlebihan. Contoh : Tawanya menggelegar hingga membelah bumi.



Peraturan Komentar :
1. Berkomentarlah dengan sopan.
2. Silahkan membuka Lapak tetapi tidak dengan menyertakan Link Hidup
3. Nickname mengandung link web/blog tidak akan dipublish
4. Komentar yang berbau sara / pornografi tidak akan dipublish
5. Karena kesibukan lain, komentar tidak semua dibalas
6. Mari budayakan komentar dengan berbahasa yang baik.

EmoticonEmoticon