Tokoh Berprestasi Dalam Perkembangan dan Perubahan Islam


Tokoh yang berprestasi dalam pembaruan dan perkembangan Islam, antara lain sebagai berikut :

Muhammad bin Abdul Wahab (1703-1793) 
Muhammad bin Abdul Wahab lahir di Uyainah, Nejd, Arab Saudi pada tahun 1703. Ia dilahirkan dari keluarga yang terkenal dengan kesalehan dan keimanannya. Ia mempunyai gerakan yang kemudian dikenal dengan gerakan wahabi. Timbulnya gerakan ini tidak lepas dari kondisi umat Islam pada saat itu, yakni sebagai berikut :
  1. Secara politik, umat Islam di seluruh kawasan kekuasaan Islam berada dalam keadaan yang lemah. Ketika itu yang berkuasa adalah kerajaan Turki Utsmani yang merupakan penguasa tunggal, namun kerajaan itu sedang mengalami kemunduran dalam segala bidang.
  2. Adanya penurunan semangat dalam pemahaman Al-Qur’an karena umat Islam bersikap fatalis dan cenderung mistisisme.
  3. Tauhid yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. telah dirusak oleh kebiasaan-kebiasaan syirik.
  4. Kota-kota suci, seperti Makkah dan Madinah, telah menjadi tempat yang penuh dengan penyimpangan akidah.
Tokoh Berprestasi Dalam Perkembangan dan Perubahan Islam
Gerakan wahabi ini berhasil berkat bantuan kepala suku yang bernama Muhammad Ibnu Saud yang kemudian mendirikan kerajaan di bawah pimpinan keturunannya. Muhammad bin Abdul Wahab mempunyai beberapa pemikiran, antara lain sebagai berikut :
  1. Al-Qur’an dan Hadits merupakan sumber asli ajaran Islam, sedangkan pendapat para ulama bukan merupakan sumber ajaran Islam.
  2. Taklid kepada ulama tidak dibenarkan.
  3. Pintu ijtihad tetap terbuka dan boleh dilakukan dengan jalan kembali pada Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah.
Syah Waliyullah (1703-1762)
Syah Waliyullah lahir di New Delhinpada 21 Februari 1703. Tokoh ini mempunyai silsilah sampai kepada Umar bin Khattab, sehingga dibelakang namanya sering ditambah Al-Umari atau Al-Faruqi.
Syah Waliyullah hanya menulis buku, antara lain Hujjatul Baligan, Fuyun Al-Haramain, Al-Fauzul Kabir Fa Uslit Tafsir. Disamping itu, ia menerjemahkan kitab suci Al-Qur’an ke dalam bahasa Persia.

Sebagai seorang mujadid, ia mempunyai pemikiran tentang penyebab kemunduran umat Islam di India secara khusus dan di seluruh dunia secara umum. Pemikirannya antara lain sebagai berikut :
  1. Terjadinya perubahan sistem pemerintahan Islam dari sistem kekhalifahan menjadi sistem kerajaan.
  2. Sistem demokrasi yang ada dalam kekhalifahan diganti dengan sistem monarki absolute.
  3. Perpecahan dikalangan umat Islam yang di sebabkan oleh berbagai pertentangan aliran dalam Islam.
  4. Adat-istiadat dan ajaran bukan Islam masuk ke dalam keyakinan umat Islam.
Sultan Mahmud II (1785-1835)
Sultan Mahmud II lahir pada tahun 1785. Dia di angkat menjadi khalifah pada tahun 1807. Sultan Mahmud II banyak melakukan gerakan pembaruan dalam dunia Islam. Pembaruan yang dilakukannya antara lain sebagai berikut :
  1. Menerapkan sistem demokrasi dalam sistem pemerintahannya
  2. Menghapus pengkultusan sultan yang dianggap suci oleh rakyatnya.
  3. Mengadakan pembaruan dalam bidang pendidikan dengan memasukkan kurikulum umum kedalam lembaga-lembaga pendidikan madrasah.
  4. Mendirikan sekolah maktebi ma’arif yang menyiapkan tenaga-tenaga administrasi dan maktebi ulum’i edebiyet yang menyiapkan tanaga-tenaga ahli penerjemah.
  5. Mendirikan sekolah kedokteran, militer dan teknik.

Muhammad Ali Pasha (1765-1849)
Muhammad Ali Pasha lahir pada tahun 1765. Banyak usaha yang dilakukan untuk memperbarui kondisi umat Islam yang telah jauh tertinggal dari negeri Barat. Usaha-usaha yang ia lakukan adalah dalam bidang militer, pendidikan dan ekonomi. 

Bidang ekonomi
  1. Mengambil alih kepemilikan tanah oleh Negara dan hasilnya digunakan untuk kepentingan rakyat.
  2. Membangun sistem irigasi sehingga hasil pertanian menjadi lebih baik.
Bidang militer
Jatuhnya Mesir ke tangan Napoleon Bonaparte menyadarkan Muhammad Ali Pasha. Kemajuan teknologi peperangan membuat Prancis dengan mudah menguasai Mesir. Setelah Prancis dapat di usir Inggris tahun 1802, ia mengundang seorang perwira tinggi Prancis untuk melatih tentara Mesir. Kemudian, ia mendirikan sekolah militer tahun 1815.

Bidang pendidikan
  1. Pada tahun 1815 mendirikan sekolah militer
  2. Pada tahun 1816 mendirikan sekolah teknik
  3. Pada tahun 1827 mendirikan sekolah kedokteran
  4. Pada tahun 1829 mendirikan sekolah apoteker
  5. Pada tahun 1834 mendirikan sekolah pertambangan
  6. Pada tahun 1836 mendirikan sekolah penerjemahan
  7. Mengirim pelajar ke Prancis untuk belajar sains dan teknologi
At Tahtawi (1801-1873)
Nama lengkapnya adalah Rifa’ah Badawi at-Tahtawi. Ia lahir pada tahun 1801 di Tahta dan meninggal tahun 1873 di Mesir. Sebelum pergi ke Prancis, ia banyak mempelajari peradaban Barat dan kemajuan yang di capainya di Institut d’Egypte. Setelah menamatkan pendidikan di AL-Azhar tahun 1822, ia mengajar di almamaternya selama lebih kurang dua tahun . Dorongan dari gurunya, AL-Attar, dan kesempatan yang di berikan Muhammad Ali Pasha kepadanya, menjadikan ia belajar di Prancis dan menjadi imam para pelajar Mesir di Prancis.

Ia banyak membaca buku karya tokoh-tokoh besar umat Islam dan bangsa Barat. Dengan ketekunannya belajar bahasa Prancis secara otodidak, akhirnya ia mampu menyaingi kehebatan para pelajar- pelajar Mesir lainnya yang belajar bahasa itu secara formal di kelas-kelas. Selama di Prancis, ia berhasil menerjemahkan 12 buku ke dalam bahasa Arab .Setelah kembali ke Mesir, ia diberi kepercayaan untuk mendirikan sekolah penerjemahan tahun 1836. Di samping itu, ia juga aktif menulis di Koran AL-Waqai AL-Misiriyah.

Adapun beberapa pemikiran tentang pembaruan yang dilontarkannya adalah sebagai berikut :
  1. Ajaran Islam bukan hanya mementingkan soal akhirat, tetapi juga soal hidup di dunia. Umat Islam juga harus memerhatikan kehidupan di dunia.
  2. Kekuasaan raja yang absolute harus dibatasi oleh syariat dan raja harus bermusyawarah dengan ulama dan kaum intelektual.
  3. Syariat harus diartikan sesuai dengan perkembangan modern.
  4. Kaum ulama harus mempelajari filsafat dan ilmu pengetahuan agar syariat dapat menyesuaikan, misalnya dengan kebutuhan masyarakat modern.
  5. Pendidikan harus bersifat universal, misalnya wanita harus memperoleh pendidikan yang sama dengan kaum pria, istri harus menjadi teman dalam kehidupan intelektual dan sosial bagi suami .
  6. Umat Islam harus dinamis dan meninggalkan sifat statis.

Jamaluddin al Afghani (1839-1897)
Nama lengkapnya adalah Sayyid Jamaluddin al-Afghani. Ia lahir di Asadabad tahun 1839 dan wafat di Istambul tahun 1897. Ia mendapat gelar sayyid karena ia keturunan Husain bin Ali bin Abi Thalib. Sejak kecil, ia sudah belajar membaca AL-Qur’an, bahasa Arab, dan Persia, serta ilmu-ilmu lainnya, seperti tafsir, hadits tasawuf, dan filsafat.

Pada usia 20 tahun, ia sudah menjadi pembantu Pangeran Muhammad Khan di Afghanistan. Pada tahun 1864, ia menjadi panasehat Ali Khan dan menjadi perdana menteri pada masa pemerintahan Muhammad ‘Azam Khan. ia banyak memperoleh pengalaman dalam pengembaraannya ke beberapa Negara. Mula-mula ke India tahun 1869, lalu ke Mesir memberi kuliah di hadapan kaum intelektual di Al-Azhar pada tahun 1871. Diantara muridnya yang terkenal adalah Muhammad Abduh dan Sa’ad Zaglul.

Ketika terjadi persoalan politik di Mesir, ia pergi Paris (Prancis). Di kota ini dia mendirikan sebuah organisasi bernama AL-Urwatul Wusqa yang beranggotakan muslim militan di Mesir, Suriyah, dan Afrika Utara. Organisasi ini bertujuan mempercepat persaudaraan islam, membela, dan mendorong umat islam untuk mencapai kemajuan.

Berikut ini beberapa pemikiran Al-Afghani tentang pembaruan umat Islam :
Kemunduran umat Islam bukan karena Islam tidak sesuai dengan perkembangan zaman dan perubahan kondisi. Kemunduran itu disebabkan oleh beberapa faktor. Beberapa faktor itu adalah sebagai berikut :
  1. Umat Islam telah dipengarui oleh sifat statis, berpegang pada taklid, dan bersikap fatalis.
  2. Umat Islam telah meninggalkan akhlak yang tinggi dan telah melupakan ilmu pengetahuan.
  3. Di bidang politik , kesatuan umat Islam menjadi terpecah belah.
Untuk mengembalikan kejayaan pada masa lalu dan sekaligus menghadapi dunia modern, umat Islam harus kembali kepada ajaran Islam yang murni dan Islam harus dipahami dengan akal serta kebebasan.
Corak pemerintahan otokrasi dan absolut harus diganti dengan pemerintahan demokratis. Kepala negara harus bermusyawarah dengan pemuka masyarakat yang berpengalaman.
Tidak ada pemisahan antara agama dan politik. Pan Islamisme atau rasa solidaritas antara umat Islam harus dihidupkan kembali.

Muhammad Abduh (1849-1905)
Muhammad Abduh lahir di Mesir tahun 1849. Ia adalah seorang pemikir, teolog, dan pembaru dunia Islam di Mesir. Silsilah keturunannya bersambung dengan Umar bin Khattab.
Ketika belajar di Al-Azhar, ia bertemu dengan Jamaluddin al-Afghani. Ia sangat terkesan dengan pemikiran-pemikiran Al-Afghan. Setelah tamat, ia mengajar di Al-Azhar dan aktif menulis surat kabar Al-Abram. Ia juga menjabat sebagai rektor Al-Azhar.

Adapun ide-ide pembaruannya yang membawa dampak positif bagi pengembangan pemikiran Islam adalah sebagai berikut :
  1. Pembukaan pintu ijtihad karena ijtihad merupakan dasar yang penting dalam menafsirkan kembali ajaran Islam.
  2. Penghargaan terhadap akal. Abduh mengatakan bahwa Islam adalah agama rasional, yang sejalan dengan akal ilmu pengetahuan akan maju.
  3. Kekuasaan negara harus dibatasi oleh konstitusi yang telah dibuat oleh negara yang bersangkutan.
  4. Memodernisasi sistem pendidikan di Al- Azhar.


Jangsigma

Author :

Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Tokoh Berprestasi Dalam Perkembangan dan Perubahan Islam. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada , 1 Like pada Facebook, dan 1 Follow pada Twitter. Jika ada pertanyaan atau kritik dan saran silahkan tulis pada kotak komentar yang sudah disediakan.
Share Artikel
Tag : Islami
0 Komentar untuk "Tokoh Berprestasi Dalam Perkembangan dan Perubahan Islam"

Peraturan Komentar :
1. Berkomentarlah dengan sopan.
2. Silahkan membuka Lapak tetapi tidak dengan menyertakan Link Hidup
3. Nickname mengandung link web/blog tidak akan dipublish
4. Komentar yang berbau sara / pornografi tidak akan dipublish
5. Karena kesibukan lain, komentar tidak semua dibalas
6. Mari budayakan komentar dengan berbahasa yang baik.

Back To Top