Orang-Orang Yang Paling Mulia Bagi Allah

Tags

Pada suatu ketika Rasulullah saw sedang duduk-duduk dengan para sahabat, ada seorang lelaki melewati mereka dan Rasulullah bertanya kepada sahabat : "Bagaimana pendapat kalian tentang orang yang lewat tadi?". Salah seorang sahabat menjawab : "Yaa Rasulullah, dia berketurunan bangsawan. Jika ia melamar seorang perempuan dari kaum bangsawan juga, lamarannya tentu tidak akan ditolak. Kalau dia menganjurkan sesuatu tentu akan disetujui orang lain."

Rasululah dia dan tidak berkata sepatahpun. Tidak lama berselang seseorang lewat lagi di hadapan mereka, dan Rasulullah pun bertanya tentang pendapat sahabat tentang orang yang lewat tersebut. Merekapun menjawab : "Yaa Rasulullah orang itu adalah orang muslim yang miskin. Jika ia meminang seorang wanita, tentu akan sulit untuk diterima. Kalau dia menganjurkan sesuatu maka akan ditolak, tidak ada orang yang mendengarkannya."
 
Orang-Orang Yang Paling Mulia Bagi Allah

Lantas Rasulullah Saw bersabda : "Orang Habsyi yang kedua itu lebih baik dari yang pertama walaupun ia mempunyai dunia beserta isinya."

Kisah Rasulullah dan sahabatnya di atas menggambarkan bagaimana manusia memandang seseorang yang biasanya hanya memandang dari segi kedunianya saja (materialistis). Seorang bangsawan kaya terhormat tentu akan jauh lebih dipandang orang dibanding seorang yang tidak mempunyai apa-apa. 
 
Hal ini amat sangat jauh berbeda dengan paradigma agama (Allah) yang memandang memuliaan seseorang itu dari kedekatannya kepada Allah, yang paling bertaqwa diantara kitalah yang paling dimuliakan Allah, sesuai dengan firman Allah swt : ".....Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (QS. 49:13)



Peraturan Komentar :
1. Berkomentarlah dengan sopan.
2. Silahkan membuka Lapak tetapi tidak dengan menyertakan Link Hidup
3. Nickname mengandung link web/blog tidak akan dipublish
4. Komentar yang berbau sara / pornografi tidak akan dipublish
5. Karena kesibukan lain, komentar tidak semua dibalas
6. Mari budayakan komentar dengan berbahasa yang baik.

EmoticonEmoticon