Penjelasan Tentang Syurga Menurut Pandangan Islam

Tags

Telah banyak kita dengar tentang syurga yang dijanjikan Allah SWT bagi hambanya yang bertaqwa kepada-Nya diantaranya dapat kita kutip dari Al-Qur’an maupun Hadits-hadist Rasulullah Saw, yang sudah tentu tentang kepastiannya kita serahkan kepada keimanan kita masing-masing. 
 
Tentang keindahannya Rasulullah Saw pernah menjelaskan keindahan syurga diantaranya adalah : "Batu batanya dari emas dan perak, perekat (batu-batu) nya berupa misik harum, kerikilnya berupa permata dan yakut dan tanahnya dari za'faran. Barangsiapa memasukinya akan mendapatkan kenikmatan dan tidak pernah celaka, kekal tidak mati, pakaiannya tidak akan usang dan selalu awet muda." (Hadits shahih riwayat Ahmad, dan Tirmidzi).

Disana tersedia makanan, minuman dan pakaian bagi penghuninya, sesuai dengan firman Allah SWT : "Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan." (QS 56 : 20-21). Begitu juga yang difirmankan dalam Surah Al-Insan (44) : 5 yang artinya : "Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur.". Serta dalam Surah Al-Insan (44) : 21 yang artinya : "Mereka memakai pakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan Rabb memberikan kepada mereka minuman yang bersih."
 
Penjelasan Tentang Syurga Menurut Pandangan Islam
Gambar Ilustrasi
Mereka pun ditemani oleh bidadari-bidadari sebagaimana yang dijanjikan Allah SWT dalam Surah Ad-Dukhan (76) : 54 yang artinya : "Demikianlah. Dan Kami berikan kepada mereka bidadari.". Dan Allah SWT, dalam Surah Ar-Rahmaan juga mensifati mereka dengan cantik dan jelita, putih bersih dipingit dalam rumah, dan belum pernah tersentuh oleh jin maupun manusia (ayat 65 - 69). 
 
Demikian juga Rasulullah Saw menggambarkan dengan sabdanya : "Jika wanita penghuni syurga turun ke dunia ini, tentu antara langit dan bumi ini akan bersinar, dan bau harumnya akan bersenar memenuhinya dan mahkota di kepalanya lebih baik daripada dunia dan seisinya." (HR. Bukhari). 
 
Paparan di atas tadi adalah merupakan illustrasi pembanding duniawi saja, yang pada hakikatnya tidaklah dapat dibandingkan dengan keadaan aktual di dunia ini, walaupun dilipat gandakan. Dan hal ini sebenarnya tak kan terjangkau pikiran manusia, sebagaimana firman Allah SWT : "Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertaqwa dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun." (QS 4:77). 
 
Rasulullah SAW pun pernah bersabda : "Tidaklah dunia ini dibanding kenikmatan akhirat kecuali seperti salah seorang diantaramu yang mencelupkan jarinya ke dalam air laut, maka lihatlah berapa banyak air yang ada di jarinya." (HR. Muslim). 
 
Walaupun begitu, hendaknyalah kita tidak menjadikan syurga itu sebagai tujuan dari kehidupan dunia kita tetapi hanyalah merupakan stimulan untuk menambah ghirah kita untuk berjibaku beribadah, bertaqwa dan lebih mendekatkan diri kepadaNya.



Peraturan Komentar :
1. Berkomentarlah dengan sopan.
2. Silahkan membuka Lapak tetapi tidak dengan menyertakan Link Hidup
3. Nickname mengandung link web/blog tidak akan dipublish
4. Komentar yang berbau sara / pornografi tidak akan dipublish
5. Karena kesibukan lain, komentar tidak semua dibalas
6. Mari budayakan komentar dengan berbahasa yang baik.

EmoticonEmoticon