Hikmah dari Menjalani Kurban atau Qurban Idul Adha

Tags

Dimensi Sosial Selain nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam qurban, ada juga nilai-nilai sosial. Dan memang di setiap menyembah Allah mengangkat mereka terkandung nilai-nilai sosial, seperti zakat, sadaqah, wakaf, doa, haji, puasa, aqiqah, dan sebagainya. Islam adalah agama yang tidak dapat dipisahkan dari sosial, sehingga kita temukan dalam Al-Qur'an dan hadits yang terkandung dalam nilai-nilai sosial-kemanusiaan, seperti baik kepada tetangga, membantu orang lain, baik kepada orang tuanya, menyantuni anak yatim , orang sakit, memberi makan orang miskin, dan sebagainya. Apa yang kami sebutkan di atas adalah ajaran Islam yang semuanya mengandung nilai-nilai sosial, karena Islam adalah agama dunia dan akhirat. 
 
Islam tidak hanya membahas masalah akhirat menggambarkan ibadah yang mengatur hubungan kita dengan Allah, tetapi Islam juga membahas bagaimana hubungan kita dengan orang itu, bahwa semua yang kita sebut hubungan sosial. Oleh karena itu, tujuan qurban (juga menyembah dll) tidak hanya untuk mencapai ukhrowi manfaat, tetapi juga Jual Sapi Qurban bertujuan untuk kepentingan dunia, karena setiap persyari'atan dalam Islam, syariah terkandung tujuan (disebut oleh para ahli dengan maqoshidus syariah), yaitu tercapainya urusan duniawi dan agama.
 
Hikmah dari Menjalani Kurban atau Qurban Idul Adha

Dimensi Moral Ibadah juga akan berisi pesan moral yang ditunjukkan dengan simbol dalam pengorbanan ritual keagamaan. Pengorbanan Sejarah Nabi Ibrahim diisi dengan sejarah pengorbanan. Bagaimana tidak, Allah memerintahkan Abraham untuk mengorbankan anaknya, dibayangi oleh hilangnya generasi yang tidak lain adalah darah dagingnya sendiri. Bagi kebanyakan orang, telah berpendapat bahwa anak-anak jauh lebih berharga dari pada kekayaan.

Ada istilah yang kehilangan properti lebih baik daripada kehilangan anak, terutama jika anak adalah anak yang mencintai dan selalu ditunggu kehadirannya serta Ismail. Berdasarkan hal tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa kesediaan Nabi Ibrahim untuk mengorbankan tercinta otomatis menandakan kesediaannya Demikian pula di mengorbankan segala yang ia miliki. kata "pengorbanan" yang muncul dalam ibadah ritual kurban ini memiliki arti yang sangat penting.
 
Pengorbanan adalah salah satu bentuk moralitas bila diterapkan oleh berbagai lapisan masyarakat dapat menjadi solusi bagi banyak masalah. Orang kaya bersedia mengorbankan kekayaan kepada orang-orang miskin yang mampu memberikan solusi untuk masalah orang miskin di sekitarnya. Para pemimpin yang mau berkorban untuk meninggalkan keinginan dan ego mereka akan melakukan sesuatu (melalui kebijakan) untuk kebaikan bersama masyarakat, bukan untuk dan keuntungan pribadi. Terlebih lagi umat Islam harus rela mengorbankan harta yang baik, jiwa, dan pikiran dan energi untuk melaksanakan apa yang diperintahkan Allah, seperti yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim.

Hewan adalah sesuatu yang dikorbankan dan disembelih di idul adha, kurban adalah simbol dari kejahatan yang ada dalam diri manusia. Sifat dari kerugian yang di selalu diidentikkan dengan sifat hewan. Allah dalam beberapa ayat Al-Qur'an mengibaratkan hal yang buruk yang ada dalam diri manusia dengan hewan. Jadi, untuk merayakan ibadah mereka menyiratkan bahwa kualitas dan karakter binatang yang tidak memiliki aturan yang menghalalkan segala cara untuk memuaskan keinginan mereka walaupun memiliki despotik yang lain, harus dihilangkan dari pribadi manusia.
 
Ketika nabi Ibrahim mengorbankan Ismail dan Allah menggati Ismail dengan hewan, memberikan pelajaran bahwa kita harus menghargai kehidupan manusia. Allah telah menyatakan dalam Al Qur'an bahwa orang-orang yang mengambil nyawa seorang manusia, seolah-olah mengambil kehidupan seluruh umat manusia, karena kehidupan manusia sangat penting bagi hidup dan kehidupan.
Ibadah Qurban merintis iman ayah Abraham memiliki makna pembebasan kesewenang-wenangan manusia di sisi Allah .mengganti Ismail dengan binatang, yang tersirat pesan yang menyatakan bahwa manusia tidak lagi menginjak-injak harkat dan martabat manusia dan kemanusiaan.
 
Di sisi lain, kisah pengorbanan Nabi Ibrahim menegaskan bahwa dewa Abraham bukanlah dewa orang haus darah, Dia adalah Allah ingin menyelamatkan dan membebaskan manusia dari tradisi yang tidak menghormati humanitarian. Saya berharap posting ini dapat berguna dan membantu untuk pembacanya. Dan terima kasih banyak.



Peraturan Komentar :
1. Berkomentarlah dengan sopan.
2. Silahkan membuka Lapak tetapi tidak dengan menyertakan Link Hidup
3. Nickname mengandung link web/blog tidak akan dipublish
4. Komentar yang berbau sara / pornografi tidak akan dipublish
5. Karena kesibukan lain, komentar tidak semua dibalas
6. Mari budayakan komentar dengan berbahasa yang baik.

EmoticonEmoticon