Tips Konsumsi Daging Kambing Idul Adha Yang Sehat

Saat Idul Adha datang, sajian daging kambing banyak disajikan di atas meja. Nikmat memang cita rasanya, tapi terkadang, mendengar namanya saja bisa membuat orang jadi was-was waktu menyantapnya.

Penyebabnya tidak lain karena stigma daging kambing sebagai pemicu keluarnya masalah menggunakan kolesterol, hipertensi, atau asam urat. Tetapi sebenarnya, Anda tidak perlu merasa takut dan pantang menyantap. Poly pakar yg telah menyebut bahwa mengonsumsi daging kambing tidaklah menjadi sebuah dilema, asal sesuai dengan kaedah tertentu.

Hanya saja, asumsi daging kambing yg mengandung kolesterol tinggi telah telanjur mengakar pada warga . Padahal, berdasarkan surat keterangan kandungan nutrisi Departemen Pertanian Amerika perkumpulan atau USDA, daging kambing mempunyai kandungan kalori, lemak total, lemak jenuh, protein, serta kolesterol lebih rendah dibandingkan ayam, sapi, babi, dan domba.

Per 85 gram daging yang dimasak, daging kambing mempunyai kalori sebanyak 122, sedangkan ayam 162 kalori, sapi 179 kalori, babi 180 kalori, dan domba 175 kalori. Asal segi lemak pun daging kambing memiliki kandungan paling sedikit. Per 85 gr hidangan, daging kambing mempunyai lemak dua,6 gr, ayam sebesar 6,3 gram, sapi sebesar 7,9 gr, babi sebesar 8,dua gram, dan domba 8,1 gram.
 
Tips Sehat Konsumsi Daging Kambing Idul Adha

Kandungan kolesterol daging kambing pula paling rendah, yaitu 63,8 miligram per 85 gram penyajian. Ini lebih rendah dari ayam yang memiliki kandungan kolesterol sebesar 76 miligram, sapi dan babi sebesar 73,1 miligram, serta domba sebanyak 78,2 miligram.

1. Kenali Teknik olahan
Mengenali teknik olahan membantu Anda tahu syarat terbaik buat menikmati daging kambing. Beberapa teknik memasak buat daging merah cenderung tidak sehat, misalnya dibakar dan digoreng. Teknik memasak mirip ini akan membentuk heterocyclic amines yg diyakini global kesehatan sebagai pemicu kanker di manusia.

Olahan lainnya yg kerap dipakai pada mengolah daging adalah memakai santan dan garam yang banyak, seperti gulai. Syarat ini menjadi problem bagi sebagian orang sebab menambah lemak serta garam yang memicu penyakit kardiovaskular seperti kolesterol dan hipertensi.

Dua. Hindari Jeroan dan bagian tertentu
Jeroan kambing termasuk favorit di kalangan rakyat mirip di soto babat atau tongseng. Namun, jeroan serta beberapa organ mirip torpedo sebenarnya tak sehat bagi tubuh. Berdasarkan Ari, jeroan-jeroan kambing atau sapi bisa menaikkan kadar asam urat darah.

“Bagi pasien yang memang penderita hipertensi, kadar kolesterol darahnya tinggi (dislipidemia), kadar asam urat darahnya tinggi (hiperuresemia), penderita kencing anggun dan kegemukan, wajib ekstra hati-hati dalam mengonsumsi daging kambing atau sapi selama masa hari raya kurban,” istilah Ari.

Bagian lain yang harus dihindari adalah iga kambing sebab mengandung banyak lemak. Ketua Divisi Metabolik Endokrim rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo Em Yunir berkata baiknya memilih bagian daging yg kadar lemak lebih rendah mirip paha.

"Komponen lemak kambing yg masih muda belum tinggi serta harus diimbangi menggunakan asupan sayur dan butir. Jikalau makan apel atau tomat, saya sarankan makan juga kulitnya agar serat yg dikonsumsi semakin poly," kata Yunir.

3. Walau tensi rendah jangan asal makan kambing
Bagi sebagian orang yg menderita tekanan darah atau tensi rendah, daging kambing kerap sebagai target makanan menggunakan alasan supaya mempertinggi tensi. Tetapi, ternyata cara ini justru membawa dilema baru.

Tekanan darah rendah bisa ditimbulkan oleh aneka macam hal, antara lain karena perdarahan, kurang minum hingga kehilangan cairan tubuh karena banyak sekali karena, kelelahan atau kurang tidur. Tekanan darah rendah juga bisa disebabkan sebab gangguan jantung, baik sebab kelainan katup atau agresi jantung bahkan gagal jantung.

Tetapi waktu mengonsumsi daging, apalagi berlebihan, maka dampak yg ada ialah sembelit serta memicu naiknya asam lambung sehingga dapat memperparah kondisi. Ini belum termasuk dampak jangka panjang seperti peningkatan kadar lemak serta kolesterol darah.

4. Kenal waktu serta tidak hiperbola
pada hari raya kurban sebagian masyarakat mungkin mendapatkan daging dalam jumlah besar . Untuk itu, Ari mengingatkan, Jika daging berlebihan tersebut dikonsumsi dalam waktu pendek, maka tentu akan menyebabkan problem kesehatan.

Dampak eksklusif yg mampu saja terjadi ketika makan daging berlebihan adalah sembelit. “Jika daging dikonsumsi berlebihan menjelang tidur maka akan merangsang terjadinya refluks isi lambung sehingga dapat merusak tidur,” istilah Ari mengatakan.

Menurut Ari, daging kambing maupun daging sapi artinya sumber protein hewani yang baik. Protein pada daging amat diharapkan untuk pembentukan hormon, enzim, protein darah, juga buat mengganti dan memperbaiki sel yg rusak.

Karenanya bagi mereka yg sporadis makan daging merah tidak menjadi masalah menikmati daging kurban. Namun tentu mesti dilakukan jangan hingga berlebihan.



Peraturan Komentar :
1. Berkomentarlah dengan sopan.
2. Silahkan membuka Lapak tetapi tidak dengan menyertakan Link Hidup
3. Nickname mengandung link web/blog tidak akan dipublish
4. Komentar yang berbau sara / pornografi tidak akan dipublish
5. Karena kesibukan lain, komentar tidak semua dibalas
6. Mari budayakan komentar dengan berbahasa yang baik.

EmoticonEmoticon