Apa Itu Rush Money? Inilah Dampak Dari Rush Money


Rush Money merupakan dan memiliki arti tindakan nasabah menarik uang dari bank-bank nasional, isu rush money dilakukan bertujuan memindahkannya ke bank syariah atau rush money menggelinding setelah aksi demo 4 November 2016. Ajakan aksi rush money pada 25 November marak beredar di jejaring sosial. Apa yang mengemuka ini membuat geram pemerintah. Bahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta agar penghasut gerakan rush money diusut tuntas. Sri Mulyani mengatakan penarikan uang massal tidak akan menguntungkan masyarakat. "Terutama masyarakat kecil," ujarnya kepada wartawan, di Aula Dhanapala, Jakarta, Selasa (22/11).

Sri Mulyani yang tidak diragukan lagi integritas keilmuannya memberi warning tentang bahaya penarikan uang secara massal. Masa sih tidak dipercaya? Adanya ajakan yang menyesatkan dari segelintir orang, seharusnya para pakar itu memberikan pencerahan kepada rakyat tentang potensi bahaya dampak rush money. Sangat disayangkan banyak pakar ekonomi yang sepertinya tidak memiliki sensitivitas terhadap bahaya yang mengancam kehidupan rakyat ini.

Saya salut atas sikap menteri keuangan yang tidak membiarkan isu rush money ini semakin berkembang di tengah masyarakat. Dan saya membuat tulisan ini, niat saya hanya ingin mengingatkan betapa kerugian yang akan terjadi terutama yang akan dialami rakyat miskin.

Sempat terlintas dalam benak saya, apakah para penganjur rush money ini, bisa disamakan dengan para teroris? Bagi saya, ajakan rush money sesungguhnya merupakan bentuk yang mengarah kepada ancaman terhadap ekonomi negara.
 
Apa Itu Rush Money? Inilah Dampak Dari Rush Money

Setidaknya, dalam tulisan sederhana ini mengingatkan semua orang tentang rush money, agar mulai saat ini setiap orang pengguna media sosial harus lebih bijak lagi. Jangan sampai seseorang menyebarkan atau membagikan sesuatu yang kita sendiri tidak mengetahui hal tersebut.

Setiap orang agar tidak terburu-buru menyebarkan informasi terkait dengan masalah rush money yang makin kencang terdengar belakangan ini. Kepada wartawan di kantor MUI pekan lalu, Kepala Polri Jenderal Pol Tito Karnavian meminta masyarakat tidak terpengaruh terhadap informasi gerakan penarikan uang secara besar-besaran ini.

Isu itu memang tersebar melalui media sosial. Tak dimungkiri, gerakan ini berkembang bersamaan dengan rencana aksi demonstrasi jilid III terkait kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur non- aktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Kapolri menegaskan informasi mengenai rush money merupakan kebohongan. Sebab, informasi tersebut berasal dari sumber-sumber yang tak jelas.

Selain itu, fakta yang dipaparkan dalam informasi itu juga tak tepat. Sependek yang saya tahu, rush money berdampak ekonomi, artinya jika aksi ini dilakukan maka akan timbul kekacauan dalam sistem perbankan. Pihak bank akan mengalami kekurangan uang tunai yang akan menyebabkan gejolak ekonomi. Selain itu, dampak sosialnya dengan adanya bank yang sedang kacau maka akan timbul sejumlah keresahan yang ada di masyarakat.

Hal ini akan menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, khususnya Bank Indonesia. Sedangkan, dampak politik, dengan adanya gerakan ini, maka para politik leader yang menjadi pendukung pemerintah bisa saja menarik konsensus untuk menarik dukungan pemerintah yang sah. Jadi, ajakan tersebut tidak tepat dan menyesatkan di tengah kondisi perbankan Indonesia yang sedang stabil. Yang jelas, informasi mengenai gerakan rush money sangat provokatif dan dapat mengganggu stabilitas negara.

Sumber : tribunnews.com


Jangsigma

Author :

Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Apa Itu Rush Money? Inilah Dampak Dari Rush Money. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada , 1 Like pada Facebook, dan 1 Follow pada Twitter. Jika ada pertanyaan atau kritik dan saran silahkan tulis pada kotak komentar yang sudah disediakan.
Share Artikel
Tag : News
0 Komentar untuk "Apa Itu Rush Money? Inilah Dampak Dari Rush Money"

Peraturan Komentar :
1. Berkomentarlah dengan sopan.
2. Silahkan membuka Lapak tetapi tidak dengan menyertakan Link Hidup
3. Nickname mengandung link web/blog tidak akan dipublish
4. Komentar yang berbau sara / pornografi tidak akan dipublish
5. Karena kesibukan lain, komentar tidak semua dibalas
6. Mari budayakan komentar dengan berbahasa yang baik.

Back To Top