Wabah Flu Burung Kembali Terjadi di Eropa dan Asia


Itu kembali. Insiden flu burung yang sangat patogen (HPAI) telah meningkat di seluruh Eropa dan Asia. Organisasi Dunia untuk Kesehatan Hewan mengklaim bahwa Eropa harus mengharapkan kasus flu lebih burung musim ini.

Deputi Direktur Jenderal Organisasi Dunia untuk Kesehatan Hewan (OIE) Matius Batu mengatakan kepada Reuters bahwa Amerika Utara, terutama Amerika Serikat di mana flu burung tahun lalu menyebabkan kematian sekitar 50 juta unggas, juga harus mempersiapkan diri untuk kasus baru.

"Dari tingkat paparan yang telah kita lihat sampai saat ini saya harapkan lebih pendeteksian, mudah-mudahan hanya pada burung liar tapi tentu mungkin bahwa kehadiran virus ini pada burung liar akan menciptakan kesempatan bagi paparan unggas domestik," kata Stone .

Dalam sebuah laporan dari New Scientist, Ron Fouchier dari Erasmus Medical Center di Rotterdam, Belanda menjelaskan bahwa strain ini berbeda dari 2.014 ketegangan karena telah mengambil gen baru dari strain flu pada burung liar, sehingga lebih mematikan bagi spesies yang lebih.

Di Belanda saja, sekitar 190.000 bebek yang terinfeksi dengan flu burung dimusnahkan dalam upaya mengandung virus. Menurut Finlandia Food Authority, kasus pertama dari H5N8 terdeteksi di Finlandia.
 
Wabah Flu Burung Kembali Terjadi di Eropa dan Asia

Menurut Pusat Eropa untuk Penyakit (ECDC), mereka sedang melakukan pemantauan dan pengujian burung liar dan unggas domestik di Uni Eropa untuk mendeteksi dan mungkin mengendalikan virus dari menyapu seluruh Eropa. Untuk saat ini, ECDC mengklaim bahwa tidak ada infeksi manusia dengan virus ini pernah dilaporkan di seluruh dunia.

Umumnya dikenal sebagai Flu Burung, wabah telah dilaporkan di negara-negara Eropa seperti Austria, Hungaria, Jerman, Kroasia, Denmark, Polandia, Swedia, dan Swiss. Patogen flu burung H5N8 adalah strain yang dapat menginfeksi unggas air, burung migran lainnya, dan unggas. Ketika ditularkan ke manusia, telah terbukti dapat menimbulkan menjadi mematikan.

Selama wabah virus H5N1 pada tahun 2003, virus tersebut telah menyebabkan angka kematian yang besar di Asia dan Mesir. Dalam kasus-kasus, orang-orang yang datang dalam kontak dengan unggas yang terinfeksi atau burung yang disebabkan penyakit berat tetapi bukti penularan dari satu orang ke orang lain tidak pernah terbukti.

"The OIE sangat prihatin dengan dampak pada negara-negara anggota kami dan terutama yang mana telah terpapar unggas domestik dan di mana operasi pengendalian yang signifikan sedang dilakukan," tambahnya.
 


Jangsigma

Author :

Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Wabah Flu Burung Kembali Terjadi di Eropa dan Asia. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada , 1 Like pada Facebook, dan 1 Follow pada Twitter. Jika ada pertanyaan atau kritik dan saran silahkan tulis pada kotak komentar yang sudah disediakan.
Share Artikel
Tag : Health
0 Komentar untuk "Wabah Flu Burung Kembali Terjadi di Eropa dan Asia"

Peraturan Komentar :
1. Berkomentarlah dengan sopan.
2. Silahkan membuka Lapak tetapi tidak dengan menyertakan Link Hidup
3. Nickname mengandung link web/blog tidak akan dipublish
4. Komentar yang berbau sara / pornografi tidak akan dipublish
5. Karena kesibukan lain, komentar tidak semua dibalas
6. Mari budayakan komentar dengan berbahasa yang baik.

Back To Top